Pedoman Menulis Teras Berita

10 PEDOMAN PENULISAN TENTANG TERAS BERITA

1.Teras berita yang menempati alinea atau paragraf pertama harus mencerminkan pokok terpenting berita. Alinea atau paragraf pertama itu dapat terdiri dari lebih satu kalimat, akan tetapi sebaiknya jangan sampai melebihi tiga kalimat.

2.Teras berita, dengan mengingat sifat Bahasa Indonesia, jangan mengandung lebih dari antara 30 dan 45 perkataan. Apabila teras berita itu singkat, misalnya terdiri dari 25 perkataan atau kurang dari itu, maka hal itu lebih baik.

3.Teras berita harus ditulis begitu rupa sehingga:
a.Mudah ditangkap dan cepat dimengerti, mudah diucapkan dengan radio, televisi, dan mudah diingat;
b.Kalimat-kalimatnya singkat, sederhana susunannya, mengindahkan bahasa baku serta ekonomi bahasa, jadi menjauhkan kata-kata mubazir;
c.Jelas melaksanakan ketentuan ”satu gagasan dalam satu kalimat”;
d.Tidak mendompleng atau memuatkan sekaligus semua unsur 3A dan 3M
e.Dibolehkan memuat lebih dari satu unsur-unsur dari 3A-3M

4.Hal-hal yang tidak begitu mendesak, namun berfungsi sebagai penambah/ pelengkap keterangan, hendaknya dimuat dalam berita.

5.Teras berita, sesuai dengan naluri manusia yang ingin tahu segera apa yang telah terjadi, sebaiknya mengutamakan unsur ”apa”. Jadi, disukai teras berita yang memulai dengan unsur ”apa”. Unsur ”apa” itu diberikan dalam ungkapan kalimat yang sesingkat mungkin yang menyimpulkan/mengintisarikan kejadian yang diberitakan.

6.Teras berita juga dapat dimulai dengan unsur ”siapa” , karena hal ini selalu menarik perhatian manusia. Apalagi kalau ”siapa” itu seorang yang menjadi tokoh dibidang dan kegiatan lapangannya. Akan tetapi, kalau unsur ”siapa” itu tidak begitu menonjol, maka ia sebaiknya tidak dipakai dalam permulaan berita.

7.Teras berita jarang mempergunakan unsur ”bilamana” pada permulaan berita. Sebab unsur waktu jarang merupakan bagian yang menonjol dalam suatu kejadian. Unsur waktu hanya dipakai sebagai permulaan teras berita jika memang unsur itu bermakna dalam berita.

8.Urutan dalam teras berita sebaliknya unsur tempat dulu, kemudian disusul oleh unsur waktu.

9.Unsur ”bagaimana” dan unsur ”mengapa” diuraikan dalam badan berita jadi tidak dalam teras berita.

10.Teras berita dapat dimulai dengan kutipan pernyataan seseorang (quotation lead), asalkan kutipan itu bukan suatu kalimat yang panjang. Dalam alinea berikutnya hendaknya segera ditulis nama orang itu dan tempat serta kesempatan dia membuat pernyataan.

Member dapat melontarkan pertanyaan dan sanggahan yang ditujukan pada alamat email.

NEPA Institute / nepainstitute@gmail.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: